Samantha Edithso: Pecatur Belia Juara Dunia

samantha-edithso

Usianya baru 10 tahun. Samantha Edithso, anak perempuan dari pasangan Larry Edith dan So Siau Sian ini mulai belajar catur ketika berusia 6 tahun di kegiatan ekstra-kurikuler di sekolahnya. Melihat bakatnya, ayahnya kemudian mendaftarkan Samantha ke sekolah catur di Bandung. Pada bulan Juli 2018, Samantha mengikuti Kejuaraan Dunia Putri U-10 Catur Cepat di Minsk, Belarusia, dan menjadi juara. Beberapa hari yang lalu, ia berhasil menjadi juara dunia kategori Putri U-10 pada Kejuaraan Catur Kadet Dunia 2018, yang diselenggarakan di Santiago de Compostela, Spanyol, pada tanggal 3-16 November 2018. Bravo Samantha! Kamu telah mengharumkan nama Indonesia!

HG, 25-11-2018

 

Advertisements

Lalu Muhammad Zohri: Pelari Muda dari NTB

Lalu Muhammad Zohri, pelari muda asal Nusa Tenggara Barat, berhasil menjadi juara pada IAAF World U20 di nomor 100 meter putra, yang diselenggarakan di Tampere, Finlandia. Pada lomba yang berlangsung hari Rabu tanggal 11 Juli 2018 itu, Zohri berlari di lintasan 8, dan berhasil mencapai garis finish dengan catatan waktu 10.18 detik. Ia mengalahkan dua pelari U20 terbaik dari Amerika Serikat, yaitu Anthony Scwartz dan Eric Harrison, yang menduduki peringkat kedua dan ketiga dengan waktu 10.22. Lihat rekamannya di sini.

Bravo Zohri! Berkibarlah Merah-Putih!

HG, 12-07-2018

 

Galang Hendra Pratama: Pembalap Motor Terbaik 2018

Saya suka nonton balap motor, khususnya MotoGP, dan sering bertanya dalam hati: kapan ada pembalap dari Indonesia berlaga di MotoGP. Pada bulan Maret 2018, Galang Hendra Pratama, seorang pembalap muda asal Yogyakarta, dinobatkan sebagai Pembalap Motor Terbaik 2018 dalam ajang Otomotif Award 2018, atas prestasinya yang gemilang pada World Supersport WSS300 2017 di Jerez, Spanyol. Tak lama setelah itu, pada bulan Juni 2018, ia menjadi juara WSS300 2018 di Brno, Ceko. Memang, ini bukan MotoGP. Tetapi, tampaknya kita boleh lah berharap bahwa pada suatu saat nanti akan ada pembalap asal Indonesia yang berlaga di MotoGP. Bila bukan Galang Hendra Pratama, mungkin pembalap lainnya.

*

HG, 17-06-2018

Nirwan Arsuka dan Pustaka Bergerak

nirwan-ahmad-arsuka

Di Wikipedia, Nirwan Ahmad Arsuka ‘hanya’ dinyatakan sebagai seorang penulis esai, yang beberapa karyanya pernah diterbitkan secara berkala di Kompas dan Jurnal Cipta, dan beberapa karya lainnya diterbitkan di International Journal of Asian Studies dan Inter-Asia Curtural Studies Journal. Yang tidak terungkap di Wikipedia adalah bahwa Nirwan pernah menjabat sebagai Direktur Freedom Institute, Jakarta, dan kiprahnya belakangan ini sebagai pendiri Pustaka Bergerak Indonesia (PBI). Bernaung di bawah bendera PBI adalah ratusan relawan yang membawa buku — dengan berbagai sarana transportasi yang dimilikinya, entah itu sepeda motor, sepeda ontel, perahu, kuda, atau kaki mereka sendiri — kepada pembaca. Bila selama ini perpustakaan menanti pembaca, konsep Pustaka Bergerak bekerja sebaliknya: memburu pembaca. Melalui PBI, Nirwan ingin mematahkan mitos bahwa minat baca masyarakat Indonesia rendah, dan tanda-tanda bahwa mitos itu salah memang sudah mulai terlihat. Mitos kedua yang juga berhasil Nirwan patahkan adalah bahwa tanpa bantuan Pemerintah, masyarakat lumpuh. Nyatanya, para relawan bergerak sebelum bantuan dari Pemerintah itu datang. Belakangan, dukungan dari Pemerintah, khususnya program Free Cargo Literacy setiap tanggal 17 yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada pertengahan tahun 2017, memang datang dan disambut dengan gembira oleh simpul-simpul PBI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Mari kita tunggu hasil survey UNESCO tentang minat baca masyarakat Indonesia dalam satu hingga lima tahun ke depan — semoga ada perubahan yang signifikan.

HG, 18-01-2018

Phillia Wibowo dan Pemimpin Muda Indonesia

phillia wibowo

Siapa yang menduga bahwa Phillia Wibowo, Presiden Direktur McKinsey Indonesia, adalah lulusan program studi S1 Matematika ITB. Sebagaimana dikutip oleh Majalah SWA, “Saya enjoy menjadi seorang konsultan. Mungkin karena saya senang menolong orang lain dalam menentukan keputusan besar. Saya enjoy dengan problem solving-nya. Mungkin ini efek belajar matematika. Problem selalu kompleks dan saya enjoy, juga kerja sama dengan orang,” katanya. Phillia juga dikenal sebagai penggerak “Unleashing Indonesia”, yang mendambakan Indonesia maju dalam perekonomiannya. Selain itu, ia adalah salah seorang pendiri Young Leaders for Indonesia, sebuah program dari McKinsey yang menyasar para mahasiswa yang berprestasi dan berpotensi menjadi pemimpin. Baca selengkapnya mengenai Phillia Wibowo di sini.

HG, 27-07-2017

50 Perguruan Tinggi Indonesia Paling Produktif dalam Riset

Berdasarkan data Dikti per 21 Februari 2017, terdapat 4.490 perguruan tinggi di Indonesia, yang terdiri atas 1.104 akademi, 251 politeknik, 2.434 sekolah tinggi, 143 institut, dan 558 universitas. Para perguruan tinggi ini tentunya menghasilkan banyak lulusan setiap tahunnya. Lalu bagaimana kinerja mereka dalam pengembangan ilmu pengetahuan alias riset? Data di bawah ini menampilkan 50 perguruan tinggi Indonesia yang paling produktif dalam riset menurut database Scopus, dan Anda bisa mengira-ngira sendiri sisanya seperti apa. Sila tengok:

50-perguruan-tinggi-indonesia-di-scopus-21-februari-2017

HG, 21-02-2017

Teruna Siahaan dan Kimia Farmasi

teruna-siahaan

Dr. Teruna J. Siahaan adalah Aya & Takeru Higuchi Distinguished Professor di Department of Pharmaceutical Chemistry, The University of Kansas (KU), Kansas, AS. Professor Siahaan mendapat penghargaan sebagai Fellow of the American Association of Pharmaceutical Scientists (AAPS). Beliau menjabat sebagai Department Associate Chair, Program Director dari NIH Biotechnology Training Program, dan Director of Global Health Education & Research Center di KU.

Ia lahir di Medan dengan pendidikan dari SD Methodist, SMP Katholik St. Thomas, dan SMA Katholik di Medan. Setelah menyelesaikan kuliah di Jurusan Kimia, FMIPA-UI, pada tahun 1982, Prof. Siahaan melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Ph.D. pada tahun 1986 di bidang Kimia Organik dari the Department of Chemistry, University of Arizona, Tucson, Arizona, AS. Beliau melanjutkan Postdoctoral Training di Department of Chemistry, University of California, Santa Barbara, California, AS. Setelah bekerja dua tahun di La Jolla Cancer Research Foundation (Burnham Institute), California, dan dua tahun di Sterling Drug Inc., Rensselaer, New York, Prof. Siahaan menjabat sebagai Assistant Professor di KU pada tahun 1991. Secara bertahap Dr. Siahaan dipromosikan ke jenjang Associate, Full, dan Distinguished Professor di KU.

Prof. Siahaan mempublikasikan sekitar 167 artikel, 19 buku chapter, 12 catatan, 2 buku, dan 12 paten. Ia juga telah membimbing beberapa dosen dan staff dari beberapa Universitas dan Instansi di Indonesia (a.l. UI, GAMA, UNAS, UNDIP, Atmajaya, LIPI) sebagai mahasiswa S3 dan Dosen/Peneliti Recharging Program yang melakukan riset di laboratoriumnya di KU. Bila berkunjung ke Asia Tenggara dan Australia, beliau selalu menyempatkan singgah untuk memberi kuliah, short courses, dan seminar serta bertemu dengan mahasiswa dan dosen di universitas-universitas di Indonesia.

Publikasi Professor Siahaan dapat dilihat dengan membuka laman di bawah ini:

ResearchGate: https://www.researchgate.net/profile/Teruna_Siahaan;

Google Scholar: https://scholar.google.com/citations?user=vsi-IckAAAAJ&hl=id;

KU Pharmacy School: https://pharmacy.ku.edu/teruna-siahaan#link3

H.G., 05-01-2017